Siklus tanpa Perubahan

Aku berjalan sendirian merangkul tas penuh harapan
Aku berjuang sendirian melangkah kencang menyerbu angin dan angan

Aku pura pura tidak apa apa didepan mama dan aku pura pura tak masalah didepan papa

Aku memohon memaksa ditengah malam
Aku menangis menuntut hasrat didepan tuhan

Lalu
Ketika aku lelah memohon dan menuntut
Ketika aku bosan berbohong baik-baik saja dan ketika aku jatuh saat berjalan dan melangkah
Aku hanya duduk memejam dan terdiam
Menikmati takdir dan seduhan kesedihan

Lalu lagi lagi
Aku berjalan, berpura pura, dan menuntut
Tak ada yang berbeda
Memejam mata dan menikmati kesedihan
Seperti biasa
Terus menerus berputar, sampai akhirnya tuhan berkata pulang.

Kakek Kita Yang Hebat

Timah panas mereka membentuk luka menghajar tubuh tubuh tak berdosa
Nafsu mereka selalu memaksa dan menyiksa mencari hasil bumi untuk dinikmati
Peluh perjuangan masa lalu
Tetes darah dan tanah yang jadi satu adalah saksi sejarah kejamnya hari itu.

Kakek kita menusuk dan memenggal
kepala mereka,
Nenek kita mencekik mencabik cabik wajah mereka,
Kakek kita adalah pejuang,
Nenek kita adalah pahlawan,
Kakek kita rela mati, nenek kita rela kehilangan harga diri.

Tak ada yang ingin ia capai, kecuali
kedamaian anak cucunya nanti.

Yang pantas mati membela negeri ini adalah diri kita sendiri.

Untuk Kekasih Khayalanku

Gelap malam hari rabu
Tanpa bintang dan kehangatan
Kuseduh gelas tinggi penuh kopi
Kucari berbagai macam rasa inspirasi

Sementara keramaian memalsukan diri aku tetap duduk dipangku sunyi

Yang ditawarkan oleh sunyi adalah renungan sesalan hari kemarin, angan angan khayalan tentang masa depan, dan
secuil senyum manis wajah cantiknya

Ada sebuah hal yang rumit kucari, titik temu perkenalanku denganmu dan bagaimana aku memulai itu

Walau setiap hari di separuh malam
Teriakan namanya menggema di sudut kota
Namun aku selalu bicara pada hening bahwa
setiap kata ku adalah doa

A : The Special Woman

Awesome people
Shooting the heart
Makes want to have

Every day and night
I see you in my dream
You come with your beautiful smile
Makes me feel very happy

Something i’m afraid when with you
Is when I lost you

Stay with me
Feel me and hold me
I need you to see who i am
Open up to me and don’t hide from me
Because i really loving you

Kepada Hujan dan Kamu

Kepada hujan

Cukup kau basahi bumi ini dengan perintah tuhanmu, walau

Bumi adalah seorang yang ikhlas menerima keluh kesah air matamu

Kepada cintaku

Cukup kau bodohi hati ini dengan nafsu setanmu, walau

Aku adalah seorang yang ikhlas menerima penyesalan janji manismu

Bicara Tentang Penghuni Negeri

Pagi yang mencekam merdu
dan subuh yang dingin waktu itu,
Asap mesin mesin ekonomi
dan bala tentara novel fiksi,
Lampu lampu jalanan redup
Lantai aspal yang basah
masih dengan wajah yang sama

Orang orang tua berseragam biasa
Mencaci tuhan dan keadaan
Mengeluh, kecewa pemimpin negeri,
memaki keberuntungan sana sini, dan
mengejar ekor sendiri

Di waktu yang sama
Orang bermuka dua yang pandai berjabat tangan
berangkat kerja dengan mobil anyarnya
Isi bensin penuh bodo amat soal kembalian

Ada yang minum keringat sendiri
Ada yang makan hasil janji

Beberapa wakil rakyat berpidato didepan publik
demi kita yang makmur dan kita yang sejahtera
Beberapa orang komisi berjanji saat promosi
lima tahun lagi musnah pencuri pencuri duit negeri

Ada yang kadang kritis terhadap keadaan
Ada yang kadang tak peduli sedang bagaimana hari ini

Di negeri ini
Hukum sebenarnya tak pandang bulu
Tapi beberapa jabatan mampu meringankan
Yang lambat laun merasa termaafkan.