Waktu Kecil Aku Adalah Mereka

Adzan maghrib segera tiba
Namun beberapa dari mereka tak bergeming pulang
Sengaja melupa agar lama

Yang kalah menggiatkan kita harus menang
Yang menang bilang yang penting kita senang
Setiap hari waktu sore mereka adalah lapangan

Lempar dengan keras
Melancarkan serangan lagi lalu diserang lagi
Sepak keras keras
Keluar lagi ambil disemak semak lagi dan tergores duri lagi
Berkali-kali

Waktu berangkat sekolah
Tujuannya adalah bertemu kawan main mereka

Puisi yang berPuasa

Puasa menggurui kita menahan antusiasme menguasai hawa nafsu dan memimpin diri sendiri,
Sedangkan mencintaimu adalah gairah, yang mana aku tahu setelah mawas diri,
memilikimu adalah tanda tanya besar tanpa jawaban bertitik pasti.

Sedangkan

Representasi Nyata Sementara Ini Dan Beberapa Waktu Mendatang
Kebenaran Nyata Oleh Kondisi Yang Sekarang
Waktu berjalan biasa, tak berkurang maupun kencang
Sementara dirimu berjalan tenang
Aku hanyut menjelitkan namamu sebagai pujian.

Rindu Sang Cucu Kepada Neneknya

pukul lima sore hari rabu membawanya tetap duduk berjam jam, seorang wanita lanjut usia yang membesarkan ibunya sedang disana menunggu sang cucu datang

gelisah tak bisa dipungkiri, rindu tak dapat dibohongi dan sejak terakhir kali dicium punggung tangannya sampai hari ini mereka belum bersua

Bersepah

Gelas yang biasa penuh inspirasi hari ini tak banyak bicara
Semalaman memandangku kosong dan tak banyak meminta
Sesekali menyeru lirih
Takdir nya ditagih
Habiskan saja katanya

Sebenarnya banyak yang hendak kukatakan
Berlimpah deras membludak yang ingin kuluapkan
Tentang kegagalan
kegalauan
kegelisahan
kegembiraan
kesedihan
marah
bahagia dan
tentang beberapa pemberian tuhan

Seharusnya bergerak seperti biasanya
berproses normal dari hati menuju akal
Namun kali ini berhenti, mengendap
mandek
diam
habis
selesai
Tak menjadi nyata tak berbentuk kata.

Berbincang Makna

Sekelompok pemuda duduk bersila dan tiga cangkir kopi bermesra-ria
Saling mengumpat nasib
Berkelakar tuhan sedang guyon
Bergantian menertawai takdir
Bilang asu kesana kemari

Sekilas terlihat demikian
Boleh dianggap sia sia umur mereka
jika enam jam hanya dapat ocehan gila.

Dalam Mimpi

Mimpi sering datang berupa sosok indah dirimu
Padaku, yang berharap menua bersamamu

Mimpi tak kenal kaya dan miskin, tak peduli berapa harta majikannya
Mimpi tak tahu tua atau muda, tak peduli berapa usia empunya
Kadang dia ada tanpa alasan dan kadang datang sebab ada yang diharapkan

Bagi pria sepertiku
memilikimu adalah tanda tanya
antara mungkin dan hasrat semata
Meski kadang kenyataan merayu untuk maju, menstimulasi apapun bisa terjadi, meyakinkan diri melangkah pasti

Dan walau berkali-kali dunia memanja
Aku tetap ingin bermimpi, karena
disana aku bebas memilikimu sepanjang tidurku